Categories
Kesehatan

Setelah 82 Hari Menjalani Keto & Intermittent Fasting (Ketofastosis)

I am happy. Really grateful that I have made an important decision in my life.

Setelah 3 bulan saya jalan gaya hidup baru ini, sangat banyak perubahan besar terjadi.

  1. Ke toko baju, perasaannya happy. Karena nggak ada isu “ukuran asli L tapi perut XL”. Ini bikin bete kalau ke toko baju. Asli. Sekarang ukuran M semua. Masalah baru muncul: bongkar 90% isi lemari dan isi ulang (ngabisin biaya).
  2. Isu kesehatan, hampir hilang 100% walaupun kadang masih harus minum obat yang saya harus minum.
  3. Isu rumah tangga, ini udah nggak usah dijelasin lagi lah ya. Peningkatan kebahagiaannya ratusan persen. Bukan hanya karena langsing, tapi gaya hidup high fat low carbs ini berdampak ke produksi Growth Hormone dan Testosterone.
  4. Gak gampang capek. Kadang ada satu hari sy nggak bisa tidur saking otak kerja terus. Ini sesekali aja sih. Suspect nya mungkin karena salah timing minum kopi. Tapi overall beneran gak gampang capek.
  5. High activity. Jadi ketagihan untuk terus bergerak. Ke kantor naik sepeda, jalan kaki. Nge-gym, dsb. Ini mungkin efek placebo, tapi sy menikmati.
  6. Hemat biaya makan. Karena sudah terbentuk makan sedikit, ya makan beneran untuk menyambung hidup aja. Paling sering masak telor, ikan, ayam, dan sayur. Gak boleh ribet nyediainnya. Awal-awal dulu, sibuk gofood shirataki, dll dll yang malah gak to the point. Telor sebulan habis 10 kg. 1 kg telor abis 3 hari. Ikan juga murah.
  7. The most important thing is: I’m no longer a slave of carbs.

Apa aja yang saya makan selama menjalani pola hidup ini? Silakan scroll di blog ini aja yaa hehehe..