Categories
Kesehatan

Setelah Saya 50 Hari Menjalani Intermittent Fasting + Low Carbs Diet (keto)

Ini adalah salah satu fase monumental dalam hidup saya: 50 hari menjalani gaya hidup baru.

Dulu rasanya sulit sekali bisa turun berat badan dengan tanpa ngapa-ngapain. Tahun 2015 saya harus Freeletics selama 9 minggu (63 hari) untuk mencapai berat seperti sekarang.

Ajaibnya sekarang nggak sesusah jungkir balik workout, bisa turun sendiri!

Before: 86 kg. After: 72 kg.

Ini belum berat yang ideal, karena kalo itungan BMI masih kurang sekitar 8 kg lagi.

Yang paling membahagiakan dalam hidup adalah, I have been figuring this thing out. Sudah tau mau kemana dan gimana caranya. Masalah waktu, tinggal kita jalani.

Kesulitan yang saya alami selama berproses:

  • Keto flu. Awalnya saya nggak begitu paham cara memitigasi proses “adaptasi”. Pernah mengalami sedikit pusing, sedikit susah tidur, diare, lemes, dsb. Tapi itu cuma awal-awal memulai.
  • Belajar. Saya harus menyempatkan diri membaca banyak referensi, baik dokumen tertulis ataupun video. Memastikan setiap hari keep up dengan proses. Melakukan sesuatu dengan ilmu, tidak dengan kira-kira. Apa saja yang saya pelajari?
    • Apakah yang saya lakukan sudah benar?
    • Apakah resiko terbesar yang akan saya hadapi selama menjalani?
    • Adakah hal negatif atau hal buruk yang akan terjadi di masa depan kalau saya mempertahankan gaya hidup ini?
    • Apa hal paling krusial dan esensial dari proses ini yang jika saya lewatkan malah akan menjadi bumerang?
  • Menyampaikan ke orang lain. Nggak mudah memang memberitahukan ini, karena memang kontroversial. Ditambah lagi informasi simpang siur yang kemudian dianggap sebagai sesuatu yang benar oleh orang kebanyakan.