Categories
Kesehatan

Pengalaman Saya Puasa (prolonged fasting) Selama hampir 70 Jam

Beberapa hari yang lalu saya berpuasa hingga 68 jam. Harusnya sampe 72 jam ya biar pas gitu 24 x 3 hari 😀

Tapi karena pas 72 jamnya itu lewat dari jam 7 malam dan saya nggak suka makan habis maghrib, maka yaudah diselesaikan di jam 3 sore aja. Sebisa mungkin saya berusaha berjarak minimal 4 jam antara makan dan tidur malam.

Apa yang saya lakukan selama berpuasa?

Untuk makan, sebenernya ya sama aja seperti puasa saya yang lain. Saya tetap mengkonsumsi:

  1. Air putih 2-3 liter per hari
  2. Air garam + cuka apel 2-3x per hari
  3. Vitamin B kompleks pagi hari

Selain itu saya juga berolahraga pagi dengan jumlah kalori terbuang sekitar 400 calories:

  • Pushups 7 x 5 rounds
  • Squat 10 x 5 rounds
  • Sideplank (left right) 10 x 5 rounds

Kok bisa kuat mas?

  1. Ya karena saya sudah terbiasa berpuasa seperti ini setiap hari. Tubuh saya sudah beradaptasi
  2. Karena tubuh saya menggunakan sumber energi selain gula, yaitu ketone. Tentang ketone bisa Anda pelajari disini. Ketika tubuh Anda sudah ketosis, maka puasa tidak ada terasa lapar yang berarti
  3. Saya tidak mengurangi asupan vitamin dan mineral. Ini bisa Anda dapatkan pada garam laut (garam krosok) yang sangat kaya mineral (dan tentu murah)
Ini rahasianya. Kondisi ketone tubuh saya di hari ketiga saat puasa. Angka segini adalah cukup besar, yang sering diberi nama fasting ketosis. Kalau puasa 16 jam, ketone saya ada di angka 2-3 mmol/L.

Kenapa kok puasa segitu lama?

  1. Berusaha mengaktifkan mekanisme autophagy dalam tubuh kita
  2. Mengistirahatkan organ pencernaan yang sudah berpuluh tahun bekerja tanpa jeda
  3. Karena enak aja, perut kosong jadi lebih jarang ngantuk kalo kerja