Categories
Kesehatan

Apakah Prolonged Water Fasting (Lebih dari 24 Jam Puasa) Berbahaya?

Pada saat artikel ini saya tulis, saya sedang berpuasa sekitar 30 jam. Tujuan saya adalah 48 jam.

Tadinya saya pikir nggak mungkin orang kuat puasa sampai 24 jam. Tapi ternyata saya mengalaminya sekarang! Memang tubuh manusia luar biasa ya. Tuhan menciptakan dengan penuh kesempurnaan.

Apa yang saya rasakan sekarang?

  • Tidak ada lapar berlebih. Sedikit lapar, tapi rasanya persis ketika kita menunggu makan siang aja.
  • Tidak ada pusing
  • Berenergi (saya seharian keliling di mall untuk mencari kebutuhan perjalanan besok ke luar kota + kerja)

Apa yang telah saya lakukan selama berpuasa?

  • Meminum vitamin B kompleks sore hari
  • Meminum air garam (sea salt) 1 sendok teh Indonesia
  • Minum air mineral kurang lebih 3 liter seharian

Kok bisa kuat ya? Kenapa?

Rahasianya adalah: ketone. Tubuh saya mulai efisien memproduksi ketone sebagai bahan bakar. Darimana ketone ini dihasilkan? Dari lemak-lemak yang dikonversi oleh tubuh sendiri.

Ketone dihasilkan ketika tubuh saya tidak mendapatkan gula dari luar. Jika belum terbiasa, tubuh tidak bisa memproduksi ketone ketika Anda puasa.

Itulah kenapa bawaannya dulu puasa selalu lapar. Karena sinyal lapar muncul saat gula dalam darah turun. Ketika gula berkurang, tubuh kita terbiasa diisi oleh gula.

Jika tubuh sudah “tahu” bahwa ia bisa memproduksi ketone, maka puasa bukan lagi hal yang menakutkan! Apalagi bagi saya yang lemaknya tersebar di sekujur tubuh hehehe..

Disclaimer: Jangan coba-coba puasa prolonged jika Anda belum terlatih dan khususnya memiliki medical condition seperti sakit dsb.