Categories
Kesehatan

Apakah Keto Fasting Lifestyle Berbahaya?

Jangan terintimidasi dengan namanya. Keto, simply adalah kebiasaan makan sehari-hari rendah karbohidrat. Beberapa orang mengatakan 5-10% carbs, tapi saya lebih suka di max 20% carbs.

Just that.

Lalu muncul variasinya. Misal: carnivore diet. Hanya makan daging, tanpa sayur dan buah.

Ada lagi atkins diet. Tetap low carbs, tapi porsi terbesar sisanya adalah protein.

Yang saya suka: healthy keto. Saya masih makan sayur, daging, dan sedikit buah serta sedikit carbs.

Kenapa saya suka healthy keto fasting? Karena masuk akal saya. Itu aja sih. Saya sudah lama percaya mengenai food combining. Tubuh kita memiliki enzim pangkal yang terbatas. Jika enzim ini habis, maka tubuh kita mati.

Jika pola makan saya selalu daging alias protein hewani, maka tubuh saya bekerja keras untuk mencerna itu. Butuh kurang lebih 4 jam untuk mencernanya. Bayangkan betapa besar enzim yang dibutuhkan.

Dari food combining saya juga mempelajari bahwa cadangan enzim kita bisa “diperbanyak” dengan mengkonsumsi sayur dan buah, khususnya dalam bentuk mentah. Kebetulan saya juga sangat suka sayur.

Food combining juga mengajari saya bahwa kombinasi cara makan tertentu harus diperhatikan agar enzim tubuh kita tidak mengalami konflik.

  • Sayur dimakan bersama protein hewani
  • Pati dimakan bersama sayur
  • Protein hewani sebaiknya dimasak
  • Sayur sebaiknya mentah
  • Hanya makan buah di pagi hari karena buah sangat mudah dicerna oleh tubuh serta menghasilkan energi yang cukup
  • Dalam sekali makan sebaiknya 1 jenis protein hewani saja, karena setiap makanan berbeda waktu cerna nya
  • Tidur tidak larut malam
  • Bangun pagi minum segelas air perasan jeruk nipis atau lemon sebagai tonik untuk liver

Hampir semua diatas bisa saya terapkan dengan menggunakan healthy keto fasting!

Saya berpuasa rata-rata 20 jam setiap hari. Ketika makan, saya tidak mencampur aduk makanan, dan mengikuti tata cara food combining.

Sesekali saya makan buah di hari tertentu, tapi tetap saya batasi dan kurangi buah yang memiliki indeks glikemik tinggi.

Sayur tidak pernah saya batasi, dan saya sangat suka mengkonsumsi salad. Dalam sekali makan kadang saya menghabiskan 3-5 cup salad.

Yang saya tidak makan sama sekali adalah semua golongan pati, gula, minuman mengandung gula. Stop.

Hasilnya apa hanya dalam 3 minggu?

  • Berat badan saya turun dari 85.1 kg ke 77.2 kg
  • Lingkar pinggang saya turun dari 109 cm ke 100 cm
  • Selama puasa saya tidak merasa letih dan lesu
  • Frekuensi obat yang harus saya minum semakin jauh jaraknya. Biasanya harus setiap hari, sekarang sudah bisa 3-4 hari 1 kali.

Saya tahu bahwa ketika ini saya teruskan, tubuh saya akan menjadi amat sangat sehat!

Menjadi sakit itu “butuh komitmen” yang lebih kuat daripada menjadi sehat.

Terbukti untuk membuat badan saya overweight, dibutuhkan waktu 3 tahun lebih, sedangkan untuk membuat badan saya kembali ke ukuran 3 tahun yang lalu, kemungkinan hanya membutuhkan waktu 8-10 minggu.