Freeletics Woche #1: Start the Engine

Sejak tanggal 26 Desember 2017 saya memulai lagi bertarung di Freeletics. Kali ini dengan gadget semangat baru tentunya!

By the way, saya sudah pernah berlatih di Freeletics, dan saya bukan newbie di Freeletics. Saya sudah pernah ikut coach program 3 tahun yang lalu, dan mendapatkan hasil yang menurut saya amazing. Pertama kalinya dalam hidup saya, bisa menaklukkan tubuh sendiri dalam 8 minggu.

Namun seperti halnya kesuksesan para amatir, saya menjadi lalai dan malas, sehingga apa yang sudah saya jalani dan tempuh, menjadi sia-sia dan akhirnya saya harus kembali seperti semula. Memang benar esensi dari kesuksesan itu bukan sebuah titik pencapaian, melainkan sebuah proses.

Sebelum lanjut, saya mau pamer menunjukkan dulu prestasi masa lalu:

Kalau Anda belum tau burpee itu apa, nah silakan liat videonya dibawah ini. Coba Anda tes dulu sekarang 1 kali, gimana rasanya. Terus kalikan 1000x. Nah itu prestasi saya dulu. Tapi kalau detik ini disuruh ngulang, saya bisa masuk UGD.

.

Berbekal dengan semangat penaklukan kembali, dengan amunisi yang lebih terukur dan terprediksi, saya akan memulai lagi perjalanan baru. Apa saja yang kali ini saya persiapkan?

Training Support

1/ Freeletics App

Saya tetap memutuskan untuk menggunakan aplikasi idola: Freeletics. Kenapa? Karena mudah! Dimana saja bisa dipakai, harganya murah, dan gak terlalu fancy harus pergi ke gym tenteng-tenteng tas sales warna kuning 😀

Heiko, salah satu free athlete yang menginspirasi saya

Freeletics sesuai dengan mazhab saya, result oriented. Kamu tinggal gerak, ikutin aja deh apa yang disuruh, terus tepar. Gak pake mikir, biar si aplikasi yang mikir. Ikutin rutin, 8 minggu badanmu berubah dramatis. Mana ada yang bisa kayak gini kalo gak di aplikasi? Mau ke Gym, harus mikir:

  • Pake baju apa ya?
  • Sepatunya gimana?
  • Oke, kunci mobil
  • Parkir
  • Jalan di mall
  • Latihan di gym
  • Pulang naik mobil
  • Macet di jalan
  • Tumbang di rumah

Mau latihan aja harus nyediain waktu berapa jam? Pake freeletics, buka aplikasinya, jungkir balik di kamar. Selesai. Bisa tidur lagi. Seru pokoknya.

2/ Apple Watch 3

Kenapa saya menggunakan Apple Watch? Alasannya simpel saja, terdapat beberapa aplikasi yang cukup membantu dalam latihan dan bisa dipergunakan dalam Apple Watch 3 (ini kali perdana saya menggunakan Apple Watch). Apa saja?

1/ Activity. Ini aplikasi yang merangkum seluruh aktivitas utama kita yang berhubungan dengan fisik. Setiap hari saya berasa memiliki goal yang harus saya penuhi agar 3 ring itu tercapai. Ringnya seperti ini:

Ada 3 hal yang diukur oleh Activity:

  1. Move. Ring yang berwarna merah (terluar). Ini maksudnya adalah pergerakan. Perpindahan. Berjalan. Tapi… Masalahnya yang diukur adalah kkal. Sebagai gambaran, saya setting awal ring merah ini kalau tercapai full adalah 1100 kkal. Nah, saya perhatikan 2 hari pertama, kok rasanya sudah jungkir balik nafas habis, gak geser banyak? Ternyata untuk habis 1100 kkal itu kira-kira saya harus lari 12 km/jam konstan selama 1 jam. WTF?! Akhirnya pasrah harus nunggu awal minggu untuk adjusting targetnya. Terpaksa harus dipenuhi walaupun gak pernah membentuk lingkaran penuh.
  2. Exercise. Ring berwarna hijau terang (tengah). Nah ini satuannya menit. Saya setting 30 menit. Actually saya lupa yang setting ini siapa, saya sendiri atau ditebak dari Apple nya. Intinya 30 menit ini achievable dan reasonable. Dengan freeletics 1 session + lari, terpenuhi target 30 menit ini bahkan lebih
  3. Stand. Ini ring yang paling dalam, berwarna biru. Mudah, ini hanya disuruh berdiri setiap 1 jam, berdiri paling tidak 1 menit, selama 12x dalam sehari. Piece of cake.

2/ Workout App. Ini aplikasi yang memudahkan banget. Intinya setiap kita bergerak, diniatkan untuk dilacak. Sebenernya sih diniatkan untuk dilacak atau tidak, akan tetap dilacak oleh Apple dan dirangkum di dalam Activity. Tapi dengan workout app akan lebih presisi. Terdapat beberapa menu pilihan di Workout seperti: Outdoor walk, outdoor run, indoor walk, dsb.

3/ WaterMinder App. Ini aplikasi yang mengingatkan untuk minum cukup. Rasanya memang seperti dikejar-kejar orang, minum aja kok diingatkan. Tapi overall, saya mulai merasa bahwa memang selama ini saya kurang minum, karena pas saya coba lacak 3 harian, kebiasaan minum saya lebih lambat dari reminder aplikasi ini, dimana artinya emang saya kurang minum.

Tadinya saya ingin memanfaatkan aplikasi pelacak makanan, tapi kok kayaknya terlalu ribet ya hidupnya segala macam harus dilacak. Akhirnya hanya 3 itu yang actively saya gunakan di Apple Watch.

Oya, saya juga menunggu-nunggu Freeletics bisa hadir di Apple Watch, karena yang absurd justru itu, aplikasi utama yang saya pakai malah nggak support.

Jadi kesimpulannya, saat saya workout statis, aplikasi yang saya pakai adalah Freeletics, dan ketika dinamis (lari atau jalan), aplikasi workout di Apple Watch. Dan akhirnya semua data aktivitas olahraga tersebut terakumulasi di activity app yang bisa diakses dari iPhone ataupun Apple Watch. Great!

Memulai Woche #1

Kondisi awal saya adalah:

  • Tinggi badan : 168 cm
  • Berat badan : 86 kg
  • Lingkar perut : 113 cm

Training yang saya lakukan di week 1:

  1. Conditioning – Day 1
    1. Dynamic Warmup
    2. Interval training leg and abs
    3. 1/5 Hyperion
    4. Active Cooldown
  2. Beat PB – Day 2
    1. Dynamic Warmup
    2. 3/5 Morpheus
    3. Active Cooldown
  3. Strength Training – Day 3
    1. Interval training leg
    2. 1/3 Metis Endurance
    3. Active Cooldown

Saya akan update progress latihan dan measuring di woche 2. Terima kasih, doakan saya ya teman-teman!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *